cerita akhir perjalanan dia.

04:08

March, 20 2008
catatan cerita akhir kita, masih ingat? saat itu terakhir kalinya kita duduk di rooftop...setelah itu? pergi selamanya.


Dia masih berdiri disana. Seperti biasa mengacak-ngacak rambutnya sendiri, sambil sesekali membetulkan letak kacamatanya. Terkadang melepas kacamatanya, matanya menyipit ketika berusaha melihat ke arahku tanpa kacamatanya, lalu tersenyum. lelaki itu mengucek-ngucek mata dengan pelan lalu menyeka kacamatanya perlahan dengan ujung T-shirtnya. 

Tangannya menyodorkan cangkir mungil berwarna putih berisikan cairan kental berwarna hitam yang sering disebut: KOPI! Hmmm...wangi...aroma wanginya menggelitik hidung, menggoda untuk disesap. Aku meniup kepulan asap yang berebut keluar dari cangkir sebelum kemudian menyesapnya perlahan sambil menutup mata membayangkan sensasi yang sebentar lagi mengambil alih di indera perasa ku


Hangat...

Tiba-tiba rasa sakit itu menyerang kembali
Lebih hebat dari sebelumnya
Tahu-tahu mata ini basah
aku menangis?!

dari balik kacamatanya dia masih memperhatikan ku lalu dia bilang;

+ kalau betul-betul patah hati pasti tu kopi rasanya enak
- Haa? Maksud nya?
+ itu kopi pahit yang aku buatin untuk kamu

Pahit? Aneh...
Dari tadi aku minum ga ada rasa pahit
Mana rasa pahitnya?

Tiba-tiba aku menikmati permainan rasa hambar di lidah. menghirup aroma kopi lalu meneguknya kembali.
sambil terdiam menatap matanya

Tadi dia bilang Kalau betul-betul patah hati...

+ “beneran kopi pahit?”
- “sumpah. Itu ga dipakein gula. Dan bener-bener pahit. Liat aja kental dan hitam banget kan?” 

katanya sambil menunjuk isi cangkir yang gw pegang. aku mengangguk.

- kalo kamu patah hati pasti tu kopi rasanya enak

dia menghirup aroma kopi di cangkirnya, kemudian melepaskan pandangannya ke arah ku

- tapi kalo kamu engga betul-betul patah hati pasti kopi ini bakalan terasa pahitnya
+ kok bisa gitu?
- loe tau kenapa orang yang patah hati kaya lo engga ngerasain rasa pahitnya

Lagi-lagi gw menggeleng pelan.

- karena pahit di kopi ini udah dikalahin sama pahit yang ada disini

Tangannya meraih tanganku dan meletakan tanganku di dadaku

- kopi yang pahit ini kalo diminum sedikit-sedikit bisa mengalirkan perasaan yang menyakitkan jadi air mata...

Dia menggeser duduknya tepat disamping ku

- contohnya kaya gini

Katanya sambil menghapus jatuhan air mata di dekat mata gw

- it means, u really had those broken heart...and u can’t hide it from me, don’t pretended in front of me...I know u missed him...u miss Him...

Aku cuma tersenyum simpul dan menyeka air mata

Ada ada saja filsafat lelaki berkacamata ini....

aku letakan cangkir yang sudah habis setengahnya, di meja kecil bulat yang terbuat dari kayu bercat putih. Tampak sebagian catnya memudar kusam, karena terlalu sering terkena sinar matahari dan hujan secara bergantian.

+ hmmm how did u know that?
- u really dont want to know hehehe

Dia tertawa kecil, tawa ringannyanya yang khas.

+ darimana?
- heee dari komik.

Tawa kami pecah bersama, ada-ada saja, belajar filsafat gratisan dari komik....boleh juga dicoba.  Kami pun duduk bersebrangan. Terdiam. matanya memperhatikanku dari balik kacamata kotaknya. sejurus kemudian aku dan kamu saling melemparkan pandangan ke langit hitam. Jauh diatas sana dan jauh dibawah sana Jakarta masih terjaga disaat waktu telah menunjukan pukul 23.58 malam.Waktu yang tepat untuk terlelap mengingat esok pagi akan kembali menjalani aktifitas yang itu-itu lagi. Selalu, setiap hari

23.58. 2 menit lagi menuju dini hari. 2 menit lagi menuju hari esok, yang baru. 2 menit lagi menuju misteri takdir yang akan segera terungkap. Dan ternyata 2 menit lagi menuju akhir cerita hidupnya...Setelah itu hilang
selamanya...dia dan kacamatanya pergi. Selamanya, tapi dia dan kopinya selalu disini (hati)selamanya...


You Might Also Like

1 comments

  1. Suka sama dialognya. Renyah tapi mengenyangkan.
    Dia sudah gak ada lagi ya?

    ReplyDelete