K.O.S.O.N.G

01:12

Semalam,
gerimis pecah jatuh menggericik bumi
sementara ranting gemeretak beradu satu sama lain
menemani angin yang mengapung membelah kelam
hingar bingar yang disebabkan oleh alam tampak senyap
dari kaca jendela kamar.


Semangkuk keripik kentang,
Sebungkus rokok
Dan secangkir kopi yang telah habis seperempatnya
Menjadi teman setia tadi malam.


Dalam bauran temaram dingin
aku masih disini
Terpekur memandang rintik hujan yang senyap
Di dekat jendela
Tiba-tiba jari jemari yang telah siap menceriterakan
Segala sesuatu yang dirasakan batin
Menjadi bisu gagu
aliran darah bergejolak menghantarkan
Satu kata ke otak ;

BLANK.

Kosong,
sangat kosong.
Sepertinya jiwa dan pikiran terhisap sesuatu
Sehingga hanya dapat memandangi monitor
Tanpa sadar harus menuliskan apa
Menghela nafas dirasakan mungkin dapat dijadikan pelarian sementara
Untuk mendapatkan inspirasi
Tapi hasilnya,

Nihil.

mulai meraih bungkus rokok dan mengeluarkannya Satu
Menyulutnya dengan pemantik antic pemberian 'angin'
Terdengar bunyi tembakau terbakar,
terbentuk lingkaran asap tipis
Yang terhembus dari bibir
Berharap kekosongan ini menyublim
Tapi hasilnya,

Nihil.

Sepertinya tuhan telah menarik seluruh tulang dari tubuh ku
Hingga tak menyisakan penopang lagi,
meninggalkan tubuh ku menjadi seonggok daging busuk tak berguna
yang terduduk lemas memandang kosong langit-langit kamar
Entah sudah keberapa kali dalam hidup merasakan kekosongan.
Menyerang begitu saja tanpa kompromi terlebih dahulu
Bahkan ketika aku ditengah keramaian
Hangar-bingar, masih saja kadang kekosongan itu kembali datang
Tanpa mengetuk terlebih dahulu

Sesuatu kosong pada diri
Tapi entah apa
Berharap bisa mengisi kekosongan itu
Tetap saja,
Kosong.
terlalu kosong...

You Might Also Like

0 comments