suatu pagi di stasiun senen

23:53

aku membuka kedua kelopak mata

pada suatu pagi yang menurutku masih buta.

Jam 03.06.

dengan langkah terseret memaksakan kaki menuju wastafel

membasuh wajah dengan air dingin

yang mengucur dari keran yang dibuka lebar-lebar.



Jika boleh memilih sebenarnya

aku masih ingin berada di balik selimutku yang hangat

melambungkan mimpi sejauh mungkin di atas tempat tidur

Tapi keinginan ku itu ditekan ketika menyadari

bahwa aku harus pergi menuju stasiun sedini mungkin

agar tidak terlambat naik kereta ke Bandung.



Stasiun Senen

Pagi berdesir, jam 04.50

tidak ada roda yang bergerak di atas rel itu.

Lorong panjang peron terlihat begitu sepi,

beberapa orang yang menunggu kereta datang

terlihat tertidur pulas dengan wajah yang ditutupi koran di atas kursi panjang.

Sebagian membaca surat kabar

dan sebagian tengah menikmati sarapan yang menurut ku masih sangat terlalu pagi,

dan Sebagian tengah berbincang-bincang.

hampir 20 menit menunggu,

rupanya kereta yang akan membawaku ke Bandung mengalami keterlambatan.



aku menarik resleting sweater hingga ke leher.

Digenggaman tangan terdapat karcis

kereta kelas ekonomi jurusan jakarta-bandung.

Jakarta pagi ini dingin sekali,

mungkin karena hujan yang turun deras tadi malam.

       

Tiba saatnya kereta yang aku tunggu datang,

bergegas berdiri

dan orang-orang yang memang menunggu sedari tadi

mulai berebut melangkahkan kakinya masuk ke gerbong



terlalu pagi...

kereta ekonomi tidak terlalu penuh...

tapi melihat realita didalam kereta ekonomi yang baru pertama kali aku naiki

benar-benar membuka mata bahwa hidup ini indah walaupun susah

susah untuk dimengerti...



Kereta itu perlahan menerabas meninggalkan stasiun,

aku melihat Pemandangan melalui jendela yang kacanya pecah dari tempatku duduk.  

kereta melaju pelan lalu ,

lalu pelan tapi pasti bergegas memacu dengan kecepatan tinggi

bangunan stasiun dan orang-orang 

yang berdiri di stasiun semakin lama semakin menjauh

jauh dan hilang....



You Might Also Like

0 comments