Ruang pertemuan

04:00



Dua buah kursi kayu coklat tua berhadapan, meja kayu bundar berkaki tiga. Ruangan itu tidak terlalu sempit, sebuah kamar berukuran 4x3 m cukup menampung desahan resah serta butiran berlian yang mengendap di ujung mata.

lama kita terduduk dan terdiam. sebuah perkamen tua ditemukan. ada kegilaan dan ketegangan setiap kali kita membaca dan menerka kalimat demi kalimat dalam bahasa yang tidak kita mengerti. Kita berdebat; kau bilang gulungan perkamen yang telah kita buka berisi mantra rahasia dari 2000 tahun yang lalu, aku bilang berisi konspirasi pembunuhan perebutan tahta kerajaan jaman dulu

Aku mengenalmu sebagai sesosok perempuan penikmat mantra, seorang pujangga yang memenuhi otak dengan muatan kata yang kau olah dengan bahasa yang tidak aku mengerti. Yang selalu membicarakan tentang mimpi anehmu yang berbicara dengan kucing.

Aku dimatamu adalah lelaki penggila konspirasi, Penikmat sherlock holmes, seorang yang sinis tapi realistis.

Aku yang terlalu rasional bertemu dengan mu yang pemimpi. Cocok. Aku bisa belajar menjadi pemimpi sepertimu dan kau mulai membiasakan diri merasionalkan pikiran dan mimpimu.

Lama kita tak bergeming dan menguap bosan, Bibir komat-kamit. “Jiaancuuk!!” katamu kencang. Aku menoleh, mata kita bertemu lalu tertawa. Sepertinya kita telah menemukan apa isi dari perkamen tua tersebut: Surat cinta dari Julius caesar untuk Cleopatra

(December 2010)

You Might Also Like

0 comments