Se-Malam-an

03:55

-->

Malam menggelantungkan lengan gempalnya di langit, tali sepatu warna ungunya lepas, simpul yang ia tautkan kendor. Mulutnya menguap ngantuk.
Beberapa bintang bergerombol main kartu remi, sambil menikmati semangkuk kacang dan beberapa kaleng bir.
Bulan menyendiri menulis puisi sambil memandang kagum seorang lelaki di bawah pohon apel di tengah padang rumput yang sedang tertidur ngorok.
Angin sedang ceria berkejar-kejaran meninggalkan malam yang tergerus kebosanan akut. Hujan sedang flu, kalau ia bersin suaranya menggelegar, ada tumpukan tissue disampingnya.
Lagi, malam menganga lebar-lebar untuk menguap, iseng dia mengambil sebutir kacang dari mangkuk bintang. Hap! Sebuah kacang dilempar, masuk ke mulut hujan, tersedak, kemudian menangis karena kesal dijahili.
Ah Hujan ngamuk dan menangis Bikin repot bulan dan bintang yang harus sembunyi sambil menutup kuping karena tangisannya yang memekakan telinga, sementara gemuruh guntur yang baru datang dari kampung sebelah bertepuk tangan riuh,
dan malam? Harus semalaman menggendong hujan sebagai penebus rasa bersalahnya.

(December 2010)

You Might Also Like

0 comments