Bapak, aku mau pulang.

07:20

selalu ingat kala aku masih tertidur di dekap bapak
diusapnya punggungku sambil Bapak nyanyikan lagu
setiap pulang kerja sempatkan untuk bercerita tentang malaikat hujan
itu sebabnya aku jatuh cinta pada hujan
hujan yang turun dengan wangi surga yang menyertai

bapak masih nyanyikan lagu
bernasihat aku besar nanti jadilah perempuan kuat

bapak masih nyanyikan lagu
bernasihat bahwa walaupun aku adalah perempuan yang mana dianggap sebagai warga kelas dua dan hak-haknya diatur oleh laki-laki tetapi harus mempunyai jalan hidup sendiri

lalu aku berlari dalam mimpi
lari dan lari
jauh sekali
aku mengira telah kuat dan besar
aku tidak perlu lelaki untuk melindungi
laku aku berlari jauh dan menjauh

bapak tertinggal dan menua
punggungnya tak lagi tegak
pundaknya tak lagi kekar
menua dan memutih
bapak memanggilku pulang
tapi aku terus berlari
aku tersesat tak dapat pulang
aku memanggil manggil bapak
aku takut tidak bisa di dekap lagi

Bapak, aku mau pulang.

( februari 2011 )

catatan untuk Bapak yang selalu percaya saya adalah perempuan dewasa yang dapat menentukan arah mana saya harus pulang. I love u daddy.

You Might Also Like

4 comments

  1. puisi kamu membuatkan aku bertanya kepada diriku..

    di mana ortuku..bapaku yang sering sakit kaki kerna kerja keras untuk kami..

    ReplyDelete
  2. aku juga mahu pulang :) salam ziarah

    ReplyDelete
  3. Selalu ingat kala ibu mau luruskan punggungku,
    kala aku tertidur dan ia menangis.
    Lalu aku berlari dalam mimpi,
    Punggungku tegak dan ia tetap menangis.
    Ibu, aku ingin pulang.

    - Di Tanah Negeri, 2002 -

    ReplyDelete