2 hari 1 malam (Di negeri Hujan)

20:10


saat setiap sudutmu menjadi gelap, apakah terbersit sosok seorang aku? saat hayalanmu bertaburan penuhi hawa, bolehkah seorang aku diperkenankan?
aku mengenalmu sebagai Lelaki yang menggenggam abu reruntuhan hatinya, dengan tatapan nanar menatap garis pada baris cakrawal senja yang menyemburat jingga menghadap ke laut tempat poseidon bersemayam.
bibirmu membiru  kering, terdapat sisa jejak air mata yang menganak sungai di kedua belah pipimu dengan ingatan yang mulai keropos dan hati yang perlahan hancur. terlalu lama kau diam dalam kesakitanmu. terlalu lama kau bersidekap dalam lirih.
bila sang terang menciummu dengan sinarnya, apakah seorang aku diperkenankan? bila segarnya air terbalut indah di tubuhmu, bolehkah seorang aku ikut serta?
Sayang, aku menemuimu karena jejak yang kau tinggalkan pada pasir tempatmu selama ini berjalan. Tak perlu tahu berapa banyak yang aku tahu tentang kesakitanmu. Aku adalah jelmaan sisa air mata dan sepi yang kau hayati, Tuhan mengirimku lewat Hujan di senja yang tak pernah kau hitung keberadaannya.
biarkanlah seorang aku miliki jiwa dan ragamu, biarkan dirimu bersemayam dalam tubuhmu.
Jika boleh, aku mau membebat sesakmu, kita akan berlari sembunyi menuju negeri hujan dengan John, Unicorn abu abu milikku. tinggalkan saja bebanmu, nikmati negeriku. kau tahu di gigir kiri hatiku sudah kusiapkan tempat untuk menyambutmu, tak mewah tapi kupersiapkan tempat ini selama 25 tahun ku menapak di negeri hujan. Hingga waktuku habis, kau tahu? umur penduduk negeri hujan tak pernah berlangsung lama. maka dari itu disisa hitungan umurku aku mau menghabiskannya melebur didalammu.
percayakan saja hatimu, aku akan menggenggamnya…

You Might Also Like

0 comments