Gadis kecil dan Ayah

00:24

Selamat sore gadis kecil,
Ketika kamu membaca surat ini, aku yakin mulutmu tengah mengerkah kue jahe kering buatan ibumu. Bagaimana sekolahmu hari ini? Masihkah kamu membenci dan menolak mengerjakan soal matematika? Kamu tidak bertengkar dengan kawan sebangkumu yang sering mengganggumu itu kan hari ini?
Kamu tahu? Aku kangen sekali melihatmu. Sudah lama kamu tidak mampir membawa boneka Susan dan duduk disampingku, menikmati rebahnya matahari sambil berbicara tentang hari-hari di sekolahmu. Sekarang kamu bertambah besar, rambutmu bisa dikucir dua, gigimu juga sudah tidak ada yang bolong.
Pesanku untukmu, malam ini jangan menghabiskan separuh malam terjaga seperti biasa hanya untuk menyaksikan serial McGyver kesukaanmu. Lekaslah tidur gadis kecil, karena esok hari minggu dan seperti biasa ayahmu akan mengajak menikmati pagi hari dengan berjalan jalan mengelilingi daerah salemba, setelahnya menikmati semangkuk bubur kacang hijau di kedai teh langganan. Ingat-ingatlah bahwa rasa telur setengah matang kesukaan ayahmu yang kerap beliau pesan saat mampir di kedai teh tidak selamanya mempunyai rasa yang buruk di lidah –karena kelak ketika dewasa telur setengah matang adalah menu favoritmu di pagi hari—
Oh, hey apakah kamu ingat bahwa esok hari kamu akan genap berumur 7 tahun? Bersiaplah, esok senja ayahmu akan pulang dengan membawakan boneka beruang besar dan mengajakmu ke pasar malam terdekat untuk membelikanmu gulali –tidak perlu bertanya aku tahu darimana, yakinlah bahwa apa yang aku ucapkan adalah benar adanya— Gadis kecil, jangan lewatkan kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama ayahmu. Berterima kasihlah kepadanya atas semua hal yang telah dan akan beliau lakukan untukmu, dekap eratlah ayahmu, rasakan harum tubuhnya yang menguar hingga membuatmu terlelap. karena 20 tahun dari sekarang kamu akan kehilangan beliau untuk selamanya dan semoga hatimu kuat menerimanya karena hari dimana kamu kehilangan ayahmu yang sangat mencintaimu adalah hari dimana sebagian dari hatimu pergi.

Salam sayang terlampir dari masa depan, dari dirimu sendiri yang telah berumur 27 tahun.
Naaj

note: Surat saya ini dimuat di http://www.ubudwritersfestival.com/women-of-letters/gadis-kecil-dan-ayah/

You Might Also Like

4 comments

  1. surat yang manis.
    naj, aku juga sering melakukan kegilaan yang sama.
    baru-baru ini aku menulis surat untuk diri sendiri saat berumur 30 tahun.
    semoga kelak dia bisa membaca apa harapan-harapan dan ketakutannya di umur 24.
    :)

    ReplyDelete
  2. mba naaj,

    saya mau nangis bacanya.. :')

    ReplyDelete
  3. @ Hans : teruslah menulis Hans, menulis menyembuhkan...

    @ Han : ah nama kalian serupa, aku baru menyadarinya Hans dan Han :)

    ReplyDelete
  4. wah saya baru sadar, saya pikir komen yang pertama buat saya.
    ternyata ada dua nama yang sama disini..

    haha
    lucu

    ReplyDelete