Belajar dari Kinandari

00:26



halo apa kabar? lama sekali saya tidak menulis disini. Maaf, saya sedang disibukkan dengan dunia baru saya sebagai seorang ibu. Menjadi orang tua itu tidak mudah. Apalagi menjadi seorang ibu, saya sempat kaget dengan dunia yang baru ini. Walaupun banyak tempat untuk bertanya bagaimana sih menjadi orang tua yang baik tapi tetap saja kami merasa clueless. Alhasil awal-awal menjadi orang tua, saya dan suami benar benar tidak bisa ‘memegang’ Kinandari dengan baik karena rasa panik yang datang ketika Kinan menangis, semua diserahkan kepada ibu dan ibu mertua saya.

ada satu siang saat Kinan tertidur dan saya duduk disampingnya sambil memperhatikan kemudian berpikir, wah kalau apa-apa diserahkan ke orang tua kami terus-terusan nanti yang ada kami malah menjadi orang tua yang tidak mandiri dan bisa-bisa nanti Kinan malah ga deket sama kami sebagai orang tuanya. Lalu kami pelan-pelan belajar untuk merawat Kinan tanpa bantuan siapapun, mulai belajar untuk mengerti apa yang dimau Kinan ketika menangis: apakah lapar, apakah ingin diganti popoknya, apakah ingin diajak main atau mau tidur, apakah ingin dipeluk dan digendong. then, the things get better day by day. Sekarang kami merawat Kinan sepenuhnya tanpa harus menyerahkan segala sesuatunya kepada orang tua kami dan merepotkan mereka.
Lucu rasanya kalau mengingat kembali awal kami menjadi orang tua, tapi ya setiap orang pasti belajar untuk lebih baik dan kami menjadi lebih baik karena Kinandari mengajari banyak hal.

Dari Kinandari kami belajar; untuk sabar, untuk mencintai sepenuh hati, untuk selalu tersenyum, untuk bersyukur, untuk mandiri, untuk berjuang, untuk menjadi ikhlas.
Terima kasih nak, sudah mau mengajarkan Ibu dan Ayah banyak hal yang tidak kami ketahui dan sadari sebelumnya.
Regards,
Naaj Wicaksono

You Might Also Like

0 comments