Menangkap masa lampau dari Indischetafel

01:52

courtessy google. kami tidak sempat foto tampak depannya because my camera run out the battery😦


Saya sedang dalam perjalanan menikmati sore di Bandung bersama suami di hari lebaran kedua ketika kami menemukan sebuah cafe bergaya kolonial di bilangan jalan Sumatera, Bandung. Saya langsung tertarik untuk singgah sebentar sambil melihat-lihat. Oke ternyata saya langsung jatuh cinta ketika memasuki pekarangannya yang langsung kental berbau kolonial Belanda ini. Saya pun sempat berbincang dengan manager Indischetafel tentang keberadaan cafe ini yang ternyata sudah 5 tahun (kok bisa saya tidak ngeh dengan tempat ini yah, padahal sering lewat jalan Sumatera) dan cafe ini pun termasuk cagar budaya.
Didalamnya terdapat banyak barang antik yang bikin saya kegirangan seperti sepeda onthel, radio, mesin kasir, piring, lampu, lukisan dll. Tinggalah suami saya senyam-senyum melihat istrinya yang kegirangan seperti anak kecil menemukan mainan baru. Kami memesan Erweeten Soup dengan garlic bread, koude thee, Koffie soesoe, dengan pilihan cemilan yang kami pesan; bitterballen dan risoljes. Sambil mengambil tempat di beranda menikmati semilir angin sore dan mengobrol ditemani alunan musik keroncong.




Selain itu mereka juga menjual berbagai macam cookies khas Belanda di dalam stoples, sayang sekali ketika saya datang sebagian besar cookies telah habis terjual dan belum lagi restock. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli katetong atau lidah kucing keju yang luar biasa rasanya, mengingatkan saya pada katetong buatan Oma dulu. Range harga di kafe ini sangat terjangkau, untuk masalah rasa jangan ditanya, Lekker alias enak sekali.






Untuk menemukan cafe ini kamu cukup menyusuri jalan Sumatera, tidak jauh dari rel kereta api ada sebuah penanda besar bertuliskan “Indischetafel”. Interior dalam ruangan di cafe ini pun untuk saya mencerminkan gaya kolonial dan sangat cantik, sayang saya tidak sempat menangkap gambarnya lewat kamera karena baterai kamera saya habis, kebetulan saat itu juga sedang ada santap besar segerombolan keluarga dari Belanda yang baru saja datang ke Indonesia, makin lengkaplah suasana tempo dulu di cafe ini. Untuk berikutnya pasti tempat ini akan menjadi tempat favorit saya untuk menikmati sore ditemani koude thee. Kalau ke Bandung jangan lupa ya mampir kesini!
Salam,
Naaj Wicaksono

You Might Also Like

0 comments