Daily Journal | Uninstall

23:21



Seperti biasa, setiap malam saat hendak tidur, saya dan suami menyempatkan untuk pillowtalk alias ngobrol-ngobrol menjelang tidur. Biasanya sih kami suka bercerita tentang kegiatan di hari itu, saya yang sibuk dengan pekerjaan mengurus rumah juga Kinandari dan suami saya yang bercerita tentang kerjaan di kantor yang harus diselesaikan serta rencana-rencana apa saja yang akan kami lakukan weekend nanti.

Semalam tepatnya, saat ritual pillowtalk dimulai tiba-tiba suami saya nyeletuk:

"Aku uninstall path."

"hah, apa?"

"iya, uninstall path."

"loh kenapa?"

"Males ngintipin hidup orang mulu. lagi juga buat apa ga berguna."

"Ooh.."

Saya diam. Saya masih ga percaya, karena suami saya itu termasuk orang yang update banget sama dunia per-social media-an, setelah menikah pun dia masih main socmed cuma ga sesering waktu masih lajang dan pacaran dulu, intensitasnya berkurang dan setelah kehadiran Kinandari jadi sangat jarang banget sih update di social media. Tapi sekarang dia memilih untuk uninstall semuanya.

Pikiran saya kemudian dilempar kembali saat hari dimana saya kerap ditegur oleh suami saya karena tidak bisa mengalihkan pandangan dari layar handphone. Saya asik berkutat dengan social media, nanti buka path kemudian twitter kemudian instagram dan itu itu saja berlangsung selama berjam-jam. Tapi jujur, omongan suami saya semalam menohok saya. Iya juga ya ngapain yah punya social media, oh buat silahturahmi ah padahal mah bener buat ngintipin hidup orang kemudian kadang kita juga khilaf buat pamer.

Saya jadi ingat sama kakak perempuan saya; ibu dari dua orang anak, handphone dia canggih tapi dia cuma punya fitur social media facebook di handphonenya -itu pun jarang digunakan- kalau ada perlu sama siapapun dia terbiasa nelpon. Dia ga punya social media lainnya. Dia bahagia. Dia bilang Dia terlalu sibuk menjadi seorang ibu, dan dia menikmatinya. Dia juga berpesan pada saya agar jangan terlalu sering terpapar social media, ga baik karena kadang kita suka ngasih informasi pribadi yang sebetulnya orang lain ga perlu tahu tanpa kita sadari nah biasanya nanti kita juga jadi punya penyakit hati; orang upload punya barang baru nanti kita iri, orang curhat ngomel kadang kita kesindir, riweuh lah. Kalau mau silahturahmi ya datengin, ngobrol ketemu muka lebih enak bukan lewat chat kecuali orangnya ada jauh di kota atau negara lain baru deh chat. begitu kata kakak saya. 

Suami saya baru saja mengecup kening dan mengucapkan selamat tidur pada saya saat saya mengetuk layar handphone untuk membuka kuncinya. saya kemudian membuka apa beberapa fitur social media pada handphone saya,

Uninstall

Selesai.

Entah karena apa semalam tadi pun pada akhirnya tidur saya lebih ringan.


notes: saya lebih senang kembali ngeblog ketimbang harus ngintipin hidup orang :P


Regards,

Naajmi


You Might Also Like

1 comments

  1. Social media kadang bisa bikin pusing dan salah paham ya mbak karena ga ada filter dan semua orang bisa mengemukakan pendapatnya. Beberapa hari lalu juga saya ga mood buka social media ntah kenapa kayak capek...-_-''

    ReplyDelete