Daily Journal | Financial Plan

21:32




Selamat Tahun Baru 2017!!!

Hehe maaf ya sudah absen agak lama dari dunia blog. Kinandari semakin besar dan tambah aktif jadi saya harus ekstra memberikan perhatian untuk tumbuh kembangnya. Belum telat kan ya untuk mengucapkan selamat tahu baru, semoga di tahun ini kita semua semakin lebih baik lagi dan tetap melakukan kebaikan ya, Amin.

Jadi postingan saya kali ini membahas tentang financial plan, bukan tanpa sebab saya tiba-tiba bahas ini loh. Jadi kemarin saya liat salah satu postingan di twitter tentang biaya masuk sekolah dasar yang nilai biayanya fantastis, dari situ saya jadi makin semangat buat nabung karena tau nih kedepannya pasti biaya bakal naik terus karena inflasi. Cuma pernah terpikir ga sih kayanya enak yah kalau ada uang banyak jadi ga perlu pusing lagi saat anak masuk sekolah ada biayanya atau tidak, ga perlu khawatir lagi kalau mau jalan-jalan atau membeli sesuatu. Bisa ga sih? Ternyata bisa loh.

Jadi saya dan suami lagi berusaha mencapai Financial Freedom, Financial freedom yang saya maksud adalah dimana kita sudah bisa duduk leyeh-leyeh tanpa harus kerja dari pagi ketemu malam sementara income terus mengalir kaya bukaan full keran air. Mau ini itu ga usah pusing mikir ada uang apa engga. Kita semua bisa loh mencapai financial freedom, tapi tentunya sebelum mencapai financial freedom kita harus berani nih buat menekan keinginan hedon dan senang-senang, langkah yang utama harus mulai buat financial plan dari sekarang agar keuangan kita lebih terkontrol. Mau status masih single atau berkeluarga, penting loh mulai melakukan perencanaan keuangan untuk hidup yang lebih baik. Apalagi kalau sudah menikah dan berkeluarga, wajib hukumnya untuk bisa mengelola keuangan keluarga dengan baik dan harus tau juga mana yang prioritas mana yang tidak.

Sedikit cerita, Saya ini dulunya pas masih single termasuk dalam kategori manusia boros -gemar membeli sesuatu yang mewah berdasarkan "lapar mata"- padahal barang yang saya beli tersebut tidak ada sedikitpun kontribusinya ke dalam kehidupan saya. Tapi setelah menikah, punya anak dan berhenti bekerja untuk jadi ibu rumah tangga baru deh saya mikir panjang lebar karena kedepannya kebutuhan pasti bertambah untuk rumah, kendaraan, sekolah anak, uang saku anak, dana darurat, uang saku suami, dana pensiun dll. Apalagi sumber penghasilan hanya dari suami. 

pusing?

BANGET.

Untungnya saya dan suami punya tujuan yang sama: financial freedom. Jadilah akhirnya kita berdua sepakat untuk mulai bikin financial plan sendiri, untungnya lagi saya punya suami yang pintar dalam hal perencanaan keuangan (sesuai lah ya dengan kerjaannya dikantor) jadi dia banyak membantu di awal saya belajar mengelola keuangan. Alhamdulillah saat ini kami sudah ada di tahap financial saving alias mulai bisa menyisihkan penghasilan untuk ditabung dan diinvestasikan.

Sedikit berbagi tips tentang Perencanaan keuangan nih, perencanaan keuangan kami pun terbagi dalam dua kategori yaitu bulanan dan tahunan. Bulanan biasanya berisikan pengeluaran rutin seperti cicilan, belanja bulanan dll, kalau tahunan biasanya kami rencanakan untuk tujuan yang lebih besar seperti dana pendidikan anak, dana pensiun, dana kesehatan, renovasi, jalan-jalan ke luar kota/luar negeri dsb. Nah sumber dana nya pun berbeda untuk bulanan dan tahunan.

Cuma di part 1 ini kita bahas monthly financial plan dulu ya. Dana Monthly financial plan ini bersumber dari gaji. Biasanya saya memulai awal bulan dengan bikin monthly financial plan, dimana segala sesuatunya dipisahkan berdasarkan kebutuhan pengeluaran rutin tiap bulannya; Amal, cicilan, investasi, tabungan, biaya hidup, biaya tak terduga & entertain. Terus pembagiannya gimana? 

1. Amal/zakat/sedekah
    Ini penting makanya ada di urutan pertama, Saya percaya bahwa ada rezeki orang lain yang dititipkan Tuhan melalui kami jadi setiap bulan pasti kami selalu menyisihkan 2,5% dari penghasilan kami untuk beramal. 

2. Cicilan
    Cicilan ada di urutan nomor 2 yang harus segera disisihkan tiap bulan demi kenyamanan hehe. Kami mengalokasikan 30% dari pendapatan untuk bayar cicilan KPR & kendaraan, oia rules number 1 mengenai cicilan adalah jangan lebih dari 30% penghasilan ok. Jangan lupa kalau semisal kita sudah memutuskan untuk mempunyai cicilan maka harus dipastikan disiplin bayar, kalau saya dan suami memilih auto-debet, jadi ketika terima gaji langsung otomatis terpotong 30% untuk bayar cicilan. Biar ga tar sok tar sok bayarnya, kalau sudah kepake duitnya kan repot, mau bayar pakai apa cicilannya?

3. Investasi
    Ini bagian terpenting untuk mencapai financial freedom; INVESTASI. Saya dan suami sadar betul bahwa investasi itu elemen yang SANGAT penting! Investasi bisa berupa apa saja; properti, reksadana, lembar saham, deposito, emas, obligasi dll. Setiap bulan pasti kami selalu sisihkan dana 15% untuk berinvestasi, tujuannya biar punya harta. Dan saat ini pilihan investasi kami berupa emas dan reksadana. Next mau coba investasi juga ke bidang properti.

4. Tabungan
     Selain investasi kami juga sisihkan 10% untuk tabungan rencana, biasanya kami alokasikan untuk biaya kurban tiap tahun, perpanjang stnk kendaraan dll ini juga autodebet sistemnya dan ga bisa diambil sebelum jatuh tempo selama 10 bulan, kenapa kami pilih autodebet buat nabung dan pilih yang tidk bisa diambil sebelum jatuh tempo? ya alasannya biar "kepaksa" kalau ga gitu pasti ga nabung-nabung karena nanti uangnya terpakai ini itu.

5. Biaya hidup
     Biaya masak, belanja bulanan, listrik, internet, iuran komplek  uang saku suami, bensin dll masuk ke biaya hidup yang setiap bulannya kami alokasikan sebanyak 30%. 

6. Biaya tak terduga
    Biaya tak terduga itu biasanya kalau ada kondangan atau kerabat yang ulang tahun dll Kami selalu ambil 10% saja untuk biaya tak terduga.

7. Entertain
    maksudnya disini adalah kelebihan uang buat senang-senang makan diluar, ngopi, beli makeup atau sekedar nonton film di bioskop. Biasanya Pos entertain ini adalah sisa uang dari keseluruhan dana ketika sudah dikurang amal, cicilan, investasi, tabungan dan biaya hidup.

Nah, kunci dari suksesnya financial plan itu adalah konsisten. Kalau engga konsisten ya jangan harap bisa mencapai financial freedom yang ada malah nombok. Pertama dijalanin memang berat sih apalagi kalau masih ada keinginan masih pengen seneng-seneng, nongkrong sana sini, beli ini itu. Tapi percaya deh dengan pepatah "bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian" sekarang banyakin hemat, nabung dan invest biar nanti di masa depan kita sudah ga khawatir lagi tentang keuangan.

Ngomongin tentang berhemat, saya mau berbagi tips dan trick ala saya dalam berhemat nih siapa tahu bisa membantu ibu-ibu diluar sana yang juga berniat untuk hemat:

- Setiap belanja bulanan pasti saya mencari supermarket yang menawarkan harga lebih kompetitif (baca: MURAH) dengan banyak diskonan dan gratisan buy 1 get 1 free. 

- Untuk belanja harian seperti sayur mayur selalu saya pilih pasar tradisional ketimbang supermarket, karena lebih segar dan murah. sekedar info biasanya saya belanjanya malam di pasar, kenapa? Karena sayuran baru datang jd masih segar dan harganya cenderung lebih murah dari pagi hari.

- Daging dan ayam saya beli di toko yang khusus menjual daging dan ayam dekat rumah harganya jauh lebih murah dibanding di pasar atau supermarket dan halal. Biasanya saya selalu beli di prima.

- dari senin sampai sabtu, saya selalu masak dirumah dan bikinin bekal untuk suami kekantor. Cara ini efektif untuk menghemat. Baru deh biasanya hari minggu hari makan diluar bersama keluarga.

- usahakan bikin cemilan dirumah: cookies, eskrim, cake, risoles dll lumayan loh selain membiasakan anak untuk tidak jajan diluar juga kita jadi bisa berhemat.

- daripada nyetir mobil, kena macet dan boros bensin, suami saya lebih memilih naik transjakarta yang hanya menghabiskan Rp 7000 pulang pergi. 

- Nah keperluan kinandari seperti popok biasanya saya beli online di Tororo.com atau Lazada.com karena dua ini sering kasih diskonan hehe. Kalau susu untuk kinan, saya lebih pilih di toko khusus susu karena harganya jauh lebih murah dari supermarket dan online. 

- jangan punya kartu kredit! sudah setengah tahun kami menutup semua kartu kredit kami, hal ini kami lakukan untuk meminimalisir keinginan belanja pakai kartu kredit. kalau ada CC tuh semua berasa jadi penting dan pengen dibeli apalagi kalau cc nya lg ada penawaran diskon padahal barangnya ga perlu-perlu banget jadi beli karena ada kata 'diskon' aja, tau tau tagihan bengkak. Intinya minimalisir hutang apapun yah, jadi sekarang mindsetnya dirubah kalau mau beli sesuatu ya nabung dulu.

- Loh terus makeup gimana? Masa ga beli makeup? saya masih kok beli makeup setiap bulan, cuma saya pilih yang buatan indonesia. dengan harga terjangkau tapi kualitasnya bagus ga kalah dengan import punya.

- untuk cuci setrika, saya biasanya menggunakan jasa laundry kiloan dan minta menggunakan sistem kuota yang bayarnya perbulan jadi lebih termonitor. Kenapa ga cuci sendiri? Maaf saya ga suka cuci dan setrika baju daridulu ehe.

- Listrik jangan lupa dihemat, beberapa bulan lalu kami sempat merasakan 3 bulan berturut-turut bayar listrik diatas 1,5jt (listrik dirumah masih sistem abodemen jd ga pake token) hehe shock banget cuma akhirnya kembali normal karena disiasati berhemat dalam pemakaiannya: lampu-lampu dimatikan ketika siang, pompa air usahakan jangan nyala setelah maghrib karena narik listriknya besar, AC dinyalakan hanya malam jam 8 dan dimatikan jam 1 pagi, cabut colokkan charger gadget apapun pokoknya jangan sampai kita sudah ga pakai tapi ga dicabut karena ternyata listriknya masih jalan.

Kenapa sih harus hemat? Ya demi mencapai financial freedom kudu berhemat dan berinvestasi. Tapi apa berarti ga bisa bersenang-senang? Saya masih senang-senang kok, hanya saja sebagai seorang ibu rumah tangga saya tahu apa yang menjadi prioritas saya, konteks bahagia dan senangnya saya bukan lagi belanja christian louboutin seharga 8 juta atau nongkrong ngopi-ngopi sama teman teman setiap minggu melainkan tabungan yang cukup, investasi yang memberikan pemasukan, dana pendidikan anak, dana kesehatan, dana hari tua dll dsb. Konteks bahagia saya lebih ke persiapan masa depan sih hehe.

Mudah-mudahan sharing saya hari ini dapat bermanfaat yah, Nanti di part 2 saya share ya persiapan dana untuk kesehatan, uang pendidikan anak juga dana pensiun dan dana jalan jalan ke luar kota/luar negeri gimana cara save nya dan dari mana bisa kita ambil sumber dananya. Selamat mengatur keuangan!


Regards,

Naaj Wicaksono


You Might Also Like

2 comments

  1. Mantap kakak infonya!
    Gue sih masih setia sama metode 50:30:20. Cuma 30 sama 20nya masih sering ketuker tujuan penggunaannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rapopo kak, metode apapun sing penting ga kebablasan kak :D

      Delete