Daily Journal | Financial Plan (part II)

00:51





Selain membuat strategi untuk perencanaan keuangan bulanan keluarga, saya pun juga menyiapkan strategi untuk perencanaan keuangan tahunan keluarga. Sebelum kita masuk ke bahasan kedua, untuk yang belum baca part I nya, monggo loh dibaca dulu biar engga ketinggalan di  sini.

For your information, berbeda dengan perencanaan keuangan bulanan keluarga, di perencanaan keuangan tahunan yang kami buat ini ditujukan untuk hal yang lebih besar, yang nantinya akan menjadi asset kami; seperti dana pendidikan anak, dana persiapan pensiun, dana kesehatan, dana jalan-jalan dan dana darurat.

Hayo jujur deh, disini siapa yang ketika terima bonus dari kantor langsung foya-foya beli ini itu, jalan kesana kesini?

hehe it's okay kok, saya dan suami pun dulu juga gitu sebelum melek pentingnya investasi, menabung serta merencanakan keuangan untuk masa depan. Di post yang sekarang saya akan membahas bagaimana mengoptimalkan bonus yang kita terima untuk perencanaan keuangan tahunan keluarga.

Dari bonus-bonus yang kami terima selama setahun dari kantor suami, semuanya kami optimalkan untuk diinvestasikan dan sebagian ditabung. 

1. Dana pendidikan Anak

    Dari Kinandari masih didalam kandungan, saya dan suami sudah concern banget nih masalah pendidikannya, kita sering diskusi nanti Kinan akan sekolah dimana lalu kuliah dimana dan biayanya berapa. Kami benar-benar menyiapkan semuanya, karena buat kami, pendidikan itu penting untuk bekal anak menghadapi dunia kedepannya. Apalagi kenaikan dana pendidikan pertahunnya cukup mahal. Sekedar share saja untuk dana pendidikan anak, kami sisihkan dari dana bantuan pendidikan yang kami terima. Jadi gini, dikantor suami saya kebetulan ada fasilitas tunjangan pendidikan untuk anak-anak karyawan yang dibagikan setahun sekali. Jadi dana tersebut kami siasati dengan dibagi menjadi 2 cara yaitu:

         1. 50% kami ikutkan untuk asuransi pendidikan 

         2. 50% lagi kami investasikan di tabungan emas.

kenapa ikutnya dua yaitu asuransi pendidikan dan tabungan emas? simpel, biar pas masuk sekolahnya kami punya dua sumber pendanaan dari investasi yang berbeda dan hasilnya jauh lebih besar dari hanya ikut satu investasi saja, jadi bisa bebas pilih sekolah mana saja tanpa takut kurang biaya. kalau dikantor kamu ga ada yang namanya bantuan dana pendidikan gimana? ambil aja 30% dari bonus tahunan.

2. Dana persiapan pensiun

Mempersiapkan segala sesuatu untuk hari pensiun nanti buat saya sama suami penting loh, karena kami engga mau jadi beban nantinya untuk anak-anak kami dengan mengandalkan "uang kiriman" apalagi numpang sama anak. Asyik kan kalau sudah tau tapi masih bisa bergaya dan jalan-jalan tanpa membebani anak.

Jadilah dari dini, kami memikirkan investasi yang tepat untuk persiapan memasuki masa pensiun nanti. Nah sumber dananya kami ambil dari mana? Dari bonus tahunan.

biasanya kami ambil 50% dari bonus pertama yang kami terima. Sebenarnya di perusahaan tempat suami saya bekerja menyediakan fasilitas dana pensiun (DPLK) ditambah lagi ada JHT BPJS ketenaga kerjaan, tetap menurut kami investasi untuk dana pensiun diluar perusahaan juga penting, dengan tujuan biar ketika pensiun kami menerima sumber dana yang lumayan. Jenis investasi yang kami pilih adalah tabungan pensiun yang cuma bisa diambil kalau sudah memasuki masa pensiun. 

3. Dana kesehatan
 
walaupun dana kesehatan sudah dicover asuransi kantor sepenuhnya, kami tetap punya post sendiri untuk dana kesehatan, just in case ada yang tidak dicover oleh asuransi kantor (walaupun selama ini selalu dicover berapapun jumlah tagihannya) jadi nggak kelimpungan nyari dananya. Dana kami ambil sisa 50% dari bonus pertama yang diterima dan ditabung. 

4. Dana jalan-jalan
 
kalau dana jalan-jalan kami selalu alokasikan 100% dari tunjangan cuti yang diterima. Jadi ga perlu ngambil dari dana ini atau dana itu. 


5. Dana darurat
 
ini kami ambil 100% dari bonus tahunan kedua dan bonus akhir tahun yang kami terima. Fungsi dana darurat apa ya? nah fungsinya buat saya sih banyak seperti; membantu keluarga kalau lagi ada yang memerlukan bantuan mendesak, pemenuhan tujuan finansial apabila investasi tidak sesuai harapan, pemenuhan biaya hidup apabila nanti tidak bekerja atau tidak memiliki penghasilan untuk sementara waktu. Dana darurat bisa berbentuk tabungan rencana, emas atau reksadana. Kalau kami memilih tabungan rencana dan tidak boleh digunakan jika tidak ada kebutuhan yang sangat mendesak.


Pada intinya kita harus sebijak mungkin untuk menggunakan bonus tahunan, Sekedar saran, sebelum memanfaatkan bonus untuk kepentingan ini itu ada baiknya lakukan hal ini terlebih dahulu (apalagi kalau keuangan kamu belum stabil):

  Lunasi hutang konsumtif. 

Sebelum membagi-bagi bonus untuk post-post tertentu ada baiknya lunasi hutang konsumtif (kartu kredit). Sebaiknya kita bikin raport untuk keuangan kita kalau raport nya bagus itu artinya hutang bulanan kita tidak lebih dari 30%, tapi kalau hutang bulanan lebih dari 30% nya gaji itu artinya keuangan kita raportnya merah. Jadi prioritaskan bonus untuk lunasi hutang dulu agar hutangnya jadi maksimal 30% tiap bulannya (syukur-syukur jadi dibawah 30%)

baru deh setelah lunasi hutang konsumtif dan ada sisanya, baru bisa di post-post kan untuk kepentingan pribadi, keluarga maupun investasi. Dulu saya dan suami juga gitu, bonus dipakai untuk lunasi hutang konsumtif hingga hanya tersisa KPR saja dan itu pun alhamdulillah tidak melebihi batas 30% pendapatan, baru deh saya optimalkan bonus dengan bikin perencanaan keuangan tahunan

Pilih juga instrumen investasi yang tepat, cari tahu banyak-banyak tentang jenis investasi yang kamu mau ambil: apa resiko dan keuntungannya biar meminimalisir kerugian yang tidak diharapkan.

sebenarnya mengatur keuangan itu gampang kok asal konsisten dan disiplin aja, fungsi mengatur keuangan juga selain bisa menyelesaikan masalah keuangan juga untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Long term thinking and planing enhances short term decision making. Make sure you have a plan of your life in your hand, and that includes the financial plan and your mission.” ― Manoj Arora

Duh, susah yah mau menuju financial freedom saja harus mengurangi senang-senang. Well, hidup itu sebenarnya adalah tentang pilihan: hari ini kamu pilih mau pakai baju yang mana kekantor, pilih mau makan siang pakai apa, pilih apakah mau menikah cepat atau tunggu sukses dulu dll begitu juga dengan keuangan, kamu mau pilih bagaimana masa depan kamu nanti, ya ada di tangan kamu sendiri seperti yang dibilang oleh Manoj Arora:

“The struggle for Financial Freedom is very unfair. But just look at the rewards.”

Semoga postingan saya kali ini membantu yaa agar bonus kamu ga hanya mampir ke mall saja tapi juga bisa memberikan benefit lebih buat masa depan.


Regards,

Naaj Wicaksono


You Might Also Like

0 comments